Surabaya: Kebijakan master dealer pulsa yang selama ini melakukan penjualan di level retail dikeluhkan oleh sejumlah pihak.
Kebijakan tersebut dinilai mematikan agen kecil yang selama ini sudah turut mendorong peningkatan teledensitas pengguna seluler di kawasan terpencil. Bendahara Asosiasi Server Pulsa Indonesia (ASPINDO) Husin menandaskan strategi master dealer yang menjual pulsa ke Retail telah mematikan sejumlah agen pulsa di daerah.
“Hal ini tentu tidak kondusif mengingat peran agen yang memiliki server dengan chip All Operator selama ini sangat mendukung pertumbuhan industri seluler” ujarnya.
Master dealer tersebut melakukan canvaser pulsa ke retail atau konter kecil yang selama ini mengambil pulsa di agen kecil. Husin lantas menggambarkan ilustrasi ada tingkatan distribusi Pulsa. Yakni mulai operator, Master Dealer, Dealer, Agen, Konter.
“Agen Pulsa adalah frontliner yang selama ini juga mengambil pulsa di Master Dealer dan Dealer besar. Jika pasar mereka direbut oleh dealer yang selama ini memasok pulsa agen, maka itu ibaratnya sengaja mematikan industri kecil” keluhnya.
Jika alasannya master dealer adalah target, imbuh Husin, maka berapapun stok yang dikehendaki dealer pasti dapat diserap oleh pasar, asalkan harganya kompetitif.
Owner Duta Pulsa ini juga menjelaskan trend yang terjadi selama ini cenderung mengarah ke persaingan tidak sehat.”Kami (Aspindo) mendesak operator dan pihak terkait untuk duduk dalam satu forum membahas hal tersebut” tuturnya di sela-sela lunch di Adityawarman, Surabaya Sabtu (26/6)
Saat ini, imbuh Husin, terdapat sekitar 3.000-5.000 pengusaha server ada di tanah air. Dengan market sekitar 60-70 persen dari total transaksi pulsa all operator atau sekitar Rp 6 triliun per bulan. Akibat kebijakan tersebut, lanjut Husin, omzet penjual pulsa dengan system server Host 2 Host menurun hingga 40%.(ric)




