Temasek berhasil pecundangi Indonesia setelah berhasil menjual saham Indosat ke Qatar Telecom. Padahal, penjualan tersebut dilakukan sesaat setelah pihak kuasa hukum Temasek mengajukan banding ke MA terkait kasus kartel yang diputuskan tahun lalu. Ada yang menarik dalam kasus ini, sebab dalam pengadilan, Temasek dihukum dan harus menghentikan kepemilikan salah satu perusahaannya yakni ISAT atau TSEL.
Kalo disuruh milih, anak kecil aja tahu kalo pasti pilih menjual ISAT. Pemerintah seolah kena salip di tikungan, apalagi sebelumnya M.Nuh beberapa kali mengatakan bahwa Indonesia melalui PT Telkom bersedia melakukan buyback saham TSEL yang dikuasai jaringan bisnis Temasek.
“Gerakan Nasionalisasi Industri Telekomunikasi” yang digembar-gemborkan M.Nuh langsung direspon oleh Temasek Holding dengan menjual ISAT ke Qatar. . dengan menjual ISAT maka Temasek tentu tidak akan mendapatkan tuduhan Kartel karena punya saham di TSEL juga.
Asal tahu saja, saham TSEL sebesar 35% yang dikuasai oleh Singtel (anak perusahaan Temasek) tidak akan dilepas ke Telkom! Sekali lagi Indonesia dipecundangi oleh negeri tetangga. kasian ya!! Ok deh. . . apapun alasannya, Temasek emang pebisnis yang L3. Licik, Licin dan Lihai, pemerintah kita cuman bisa teriak2 karena merasa dikadalin ama Temasek
Indosat sudah bukan milik singapura lagi, tapi saya cuman bisa berharap, lagu Indosat-Cintaku Untukmu Negeri benar-benar ditepati oleh Qatar. Jangan cuman madunya diambil, terus tinggal sarangnya aja. Kalo gitu caranya, lebahnya bakal ngamuk. Hahahahaha
Berita Terkait :






